facebook google twitter tumblr instagram linkedin
Powered by Blogger.
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Fashion & Style
    • Hijab
    • Beauty Trends
  • About
    • Diary
    • Sajak
    • Short Story
  • Contact
  • Download

Women's Diary



Pagi tadi, matahari seperti bersinar dengan semangat
Lalu kesibukan kerap terlihat di tiap-tiap pintu, menanti senyum dari sanak yang selalu ditunggu

Kemudian kita larut dalam canda tawa
ditemani secangkir kopi, kita berbincang tentang bagaimana menata masa depan

Akankah ia datang?
Manusia tak pernah lepas dari hasrat ingin memenuhi sedikit demi sedikit keinginannya
Di situlah perlahan masa depan terlihat seolah dekat.
Betulkah begitu?

Siang tadi, banyak orang terkatung-katung
tak tahu apa yang diinginkannya, tak tahu apa yang akan dihadapinya siang hingga sore ini
tetapi jarum jam terus berputar

Siang seolah memakan seluruh harapan dalam satu hari
apa yang kau lewati hingga siang terjadi sangat singkat, tak terasa
kemudian sore selalu cepat menyapa, seringnya kita lalai memaknai apa yang kita rasakan dari pagi hingga siang

Malam, hanya tersisa malam
tapi bagi banyak orang malam tak pernah sesingkat itu
malam bisa jadi sangat panjang
malam selalu menjadi teman dari masing-masing jiwa

Bukankah malam itu indah untuk memikirkan segalanya?
Tidakkah malam memberimu banyak harapan,
harapan tentang apa yang terjadi esok

Ketika seluruh harmoni kehidupan yang indah menghampirimu di malam hari
kamu pun begitu sibuk berpikir
sibuk bersiap-siap seolah semuanya akan terjadi esok
terus dan terus mengikuti apa yang dimau hati dan pikiran
hingga akhirnya, malam menguasaimu.

Malam tak mengizinkan kau untuk meninggalkannya
malam yang egois membuat mata siapa saja terjaga

Pada akhirnya yang tersisa sebenar-benarnya adalah esok.
Hanya esok

Begitu sulitkah membiarkan malam berlalu tanpa mengganggu pikiran kita?
Membiarkannya tidak lagi mempermainkan kita seolah waktu lain tidaklah penting

Mengapa sulit untuk kita menyadari tidak hanya malam yang membutuhkan jiwamu
Jalanilah setiap detiknya penuh kesungguhan.
Keinginan kita untuk menikmati setiap momen yang diberikan

Bukankah setiap detik adalah kesempatan yang memang kita butuhkan?
Bukan karena waktu adalah hakmu, tapi karena setiap waktu adalah kesempatan dan hadiah untukmu.

1.8.20.
19.10


5:16 AM No comments





Pergi Jum'at pulang Minggu?
Banyak orang yang ternyata ngalamin hal begini. Contohnya aja, banyak orang yang Pulang Pergi (PP) Jakarta-Bandung karena mungkin ada keluarga mereka di Bandung? Atau ada yang LDR sama pacarnya yang lagi kuliah di Bandung.

Eits, tapi lebih banyak orang Jakarta yang manfaatin long weekend ke Bandung!
Nggak harus long weekend sih kalau mau ke Bandung. Pergi Jum'at malam pulang hari Minggu pun masih possible. Cuma mungkin perlu pikirin transportasi menuju ke sana, sih.

Buat yang naik mobil mungkin bisa prepare waktu macet-macetan, sedang yang mau naik kereta, should be cari tiket dari jauh-jauh hari yah!

Nah, sekalian mau sharing soal pengalaman pribadi waktu short trip ke Bandung. Jadi waktu itu pergi bareng sama temen-temen kantor (se-divisi pastinya), kira-kira ada 6 orang (cowok 2, cewek 4).
Sempet beda pendapat karena yang cowok maunya diem aja di apart --which is makan tidur main-- gitu aja 2 hari. Nah, kalau yang cewek-cewek jelas objectivenya adalah main ke tempat-tempat wisata demi stok foto bagus buat di share ke social media (ini gue pastinya).

Setelah kalah dari pendapat para cewek, para cowok-cowoknya pun ikutin aja.
Nah, kita berangkat itu rada telat dari perkiraan. Harusnya Jum'at jam 10 malam, tapi mundur jadi sekitar jam 12. Belum dipotong sama isi perut dulu di resto junkfood.

Singkat cerita, kita nyampe Bandung itu 'kepagian', dari yang tadinya kita mau mampir ke Purwakarta tapi karena takut ittenery semuanya berantakan, jadi mending skip aja.
Kita sampai kira-kira jam setengah 5 pagi dan akhirnya kita milih untuk stay dulu di cafe. Karena sekitar jam 7 paginya kita mau ke Curug Cimahi yang ada di sekitar kawasan Cihanjuang.


Day 1


==

Curug Cimahi


Kesan pertama sampai di Curug ini adalah "wah adem, keren nih pasti", terus kita beli tiket bla bla bla. Di situ bapak tiketnya dengan wajah sumringah cuma kasih pesan singkat "nanti masuknya lewat sini ya, ikutin aja arah tangganya"
Oke.
"wah mereka ga ikut nge-guide nih, berarti harusnya rutenya aman" dalem hati.
Dan pandangan pertama kita langsung tertuju ke air terjun yang tingginya bukan main, dan indah
Sekelilingnya hutan-hutan terus banyak pohon. Adem.
Tapi selanjutnya

Jeng jeeenggg.....
Sejauh mata memandang,yang gue liat itu cuma ada "tangga"
(cuma di poin ini gue masih berpikiran positif, oh oke paling tangganya juga dikit. okelah)
Tapi semakin kaki melangkah gue cuma keheranan sendiri, "kok ini gak abis-abis ya tangganya. yaelah"
Biarpun pas bagian tangganya ada beberapa spot bagus juga kok.



Jadi tangga itu bentuknya zig zag, sepanjang jalan lu cuma akan bertemu tangga lagi dan lagi.

Nah, bagusnya, pas sampai bawah itu perjalanan menyusuri tangga itu kayaknya ga ada apa-apanya
sama apa yang mata gue tangkap. Cakep, indah lah, ga mengecewakan.
Kayak gini nih


Tapi menurut gue yang paling ujian saat ke sini adalah "Pas bagian naiknya"
Karena konon katanya, ada 500-an anak tangga yang harus dilewatin. Hmm, wasallam.
Abis itu, malemnya kaki pun sakit-sakit (dipersiapkan saja buat yang mau ke sini)



===
Berikutnya masih di hari pertama,

Rumah Guguk


Tempat ini sebenernya reachable banget dari Kota Lembang di Cidadap, Sukasari. Lokasinya itu di dalam komplek perumahan gitu, dan terbagi dua rumah. Yang satu tempat bermain anjing dan sekaligus toko pernak-pernik dan makanan anjing. Satu lagi cuma ada kandang dan rumah-rumah anjing.

Nah, di rumah yang ada beberapa kandang itu bentuknya lucu-lucu,
ada sekitar 6-7 rumah yang dibentuk macem-macem (dan lucu buat foto)
Ada rumah kucing, ada juga kandang beberapa jenis anjing gede (yang gua gak tahu namanya)
ada juga kandang domba, lalu rumah anjing yang berisi anjing kecil, dan lincah.
Nah, mostly di bagian tengahnya ada taman buatan yang makin bikin rame




Buat masuk Rumah Guguk kita harus bayar 50ribu
Nah terus buat foto-foto nanti ada property macem bandana mickey mouse dan lain-lain.

==

Sudirman Street Food


Malamnya, kita pengen coba makan di Sudirman Street Food, gak jauh dari Gedung Merdeka
Sepanjang jalannya pun lumayan macet karena pas malam minggu
di sekitar jalan Asia-Afrika itu pun banyak atraksi jalanan, mulai dari cosplay hantu-hantu Indonesia
Sampai ada cosplay Bung Karno pula, rame.

Nah, di Sudirman Street ini bentuknya kayak food court pada umumnya. Cuma emang yang spesial di sini adalah makanan chinese macem pork dan segala macam olahan pork. Tapi nggak ada foto apa-apa sih di sini.

Day 2


==

Kota Mini


Besoknya,
Sekitar jam 11 pagi kita cabut lagi, kali ini niatnya sih mau ke dua tempat sekaligus, tapi karena takut kejebak macet di jalan.  Jadi kita putusin buat ke Kota Mini yang ada satu area sama Floating Market di kawasan Lembang. Kalau kurang tahu daerah sini, ikutin maps ya.
Yang pasti untuk ke sini, kita ngelewatin Farm House, sama Dago Dream Park gitu. (tapi kita cuma lewat)

Nah, biaya masuk ke sini per orangnya 25 ribu
Di sini ada apa sih?
Sebenernya ini tempat untuk foto-foto (lagi)
Isinya rumah-rumah bergaya Eropa, dan ada beberapa wahana (tapi untuk anak kecil)
Rumah-rumahnya tetanggaan, dan kita bisa masuk ke dalam rumahnya, tapi mau ngapain juga.






==

La Costilla


Nah memasuki hari kedua sore, yang which is malemnya kita udah harus sampai Jakarta. Jadi kita cuma perlu cari makan supaya di jalan gak kelaperan. Makanya kita mampir ke Cafe sambil lanjut main board games.
Pas mau pulang, doanya cuma (semoga di jalan tol gak macet)

Cafenya bernama La Costilla lokasinya di sekitar Pasteur, Sukajadi. 



Dan perjalanan kita pun berakhir di sini

Intinya mau cuma sehari atau dua hari aja mengitari Bandung itu sebenernya cukup kok. Kita bisa ke beberapa tempat, dan juga nikmatin suhu dinginnya Bandung. Biarpun ada beberapa titik macet, tapi Bandung itu tempat yang oke buat orang Jakarta short holiday.

Sampai ketemu lagi di Bandung!






12:00 AM No comments

http://fashion-agony.com/tag/cropped-moto-jacket


Mengenakan jaket di tengah cuaca hujan, tak hanya berfungsi sebagai penghangat tubuh, melainkan statement untuk tampil stylish. Salah satu potongan jaket yang menjadi pilihan menarik di awal tahun ini adalah beragam cropped jacket. Jaket berukuran pendek pada bagian bawah ini kian diburu sebagai tren di musim ini. Tipe cropped jacket dengan look yang ikonis ini bisa dibedakan berdasarkan materialnya. Ada cropped jacket berbahan suede, leather, denim dan yang lainnya. Kamu yang juga ingin tampil stylish dapat memilih tipe cropped jacket dalam outfit dan memadupadannya secara apik. 

Leather Cropped Jacket

Banyak yang menyebutnya dengan biker jacket atau moto jacket, karena sebagian besar modelnya yang memiliki banyak zipper. Jaket kulit ini terbilang sangat everlasting, dari tahun 70-an hingga sekarang. Selain itu, jaket yang idientik dengan gaya rock and roll ini mudah di padu padan dengan item fashion lainnya seperti ripped jeans ataupun slip dress.

https://id.pinterest.com/pin/652036852270673507/


Suede Cropped Jacket


Satu lagi yang menjadi daftar pencarian sebagai fashion statement ialah jaket berbahan suede. Bahan ini masih tergolong dalam kategori kulit, nyaris sama dengan bahan beludru. Namun, suede hadir dengan permukaannya yang lembut, berserabut, dan berpori. Oleh karena itu, kebanyakan item berbahan suede memberikan look yang vintage.

https://id.pinterest.com/pin/402016704216166602/


Denim Cropped Jacket

Jaket ini lebih dikenal dengan jaket jeans. Modifikasi yang muncul belakangan ini ialah detail embroidery hingga detail patch. Bordir dengan motif dan warna yang beragam membuat jaket ini nampak edgy. Sementara denim jacket berdetail patch lebih memberi kesan playful.


https://id.pinterest.com/pin/807270301929348877/

Cropped Bomber Jacket

Bomber jacket kian fenomenal berkat modifikasinya yang beragam. Jaket ini berukuran pendek dan terdiri dari beragam material, sehingga masing-masing material memberi look yang berbeda. Ada bomber jacket bergaya glam, yaitu berbahan satin. Untuk look yang sporty, jaket ini berbahan scuba. Sementara bahan organza dan crepes untuk gaya yang lebih flirty.

https://id.pinterest.com/pin/381328293431719830/

Velvet Cropped Jacket

Velvet atau yang lebih populer dengan beludru ini masih mewarnai tren di musim ini. Bahan velvet mendominasi tampilan dengan permukaannya yang mengkilap. Untuk itu, velvet bisa menjadi referensi look yang lebih glamour sepanjang dipadukan dengan item yang polos, semisal long dress berbahan kaus.

https://id.pinterest.com/pin/134545107591219273/

12:40 AM No comments



Bukan hanya memiliki paras cantik, desainer muslim Indonesia, Dian Pelangi juga menorehkan banyak prestasi di dunia fashion muslim tanah air. Lewat tangan dinginnya mendesain busana, Ia kini mampu menyampaikan pesan pada dunia bahwa wanita muslim memang punya kesempatan untuk bersinar. Garis desain busana muslimnya adalah modern namun tetap modest. Kemudian ia kemas dengan karakter yang elegan juga sophisticated. Seperti apa gaya sophisticated itu?

1. Long Dress like a Princess

Setiap wanita itu istimewa. Sisi inilah yang selalu Dian tunjukkan fashion hijab yang tegas namun tetap cantik. Bak putri dari kerajaan, ia memanfaatkan peran busana long dress. Siluet fit and flare rasanya yang paling compatible untuk bergaya layaknya putri. Meski bermain dengan warna netral, cerah ataupun gelap, Dian mencoba menunjukkan kalau setiap wanita punya karakter. Cerah berarti ceria dan friendly, gelap berarti teguh dan mandiri. Untuk itu, aplikasinya adalah pada bagian detail. Apa saja bagian detailnya? bisa bermain pada aksen ruffle pada busana, atau aksesori topi yang high class beserta luxury handbag.

https://www.instagram.com/p/BepZQHwgSSu/?taken-by=dianpelangi

2. Outerwear Mood

Jika dulu peran outerwear hanya sampai pada street style yang kasual, di tangan Dian outerwear bernada smooth yang dipadankan bersama setelan kemeja putih serta pants bernuansa khaki. Lalu apa yang membuat look ini menjadi high fashion? Adalah dari aplikasi belt gold yang disematkan di lingkar perut. Tentu saja semakin menarik dengan heels dan sunglasses yang jika dikenakan membuatmu shiny.


https://www.instagram.com/p/BZYpURtAx1b/?taken-by=dianpelangi

3. Berani Main Warna

Signature style Dian yang sejak dulu kuat dengan padu padan warna-warni hingga menyerupai pelangi ini masih kuat. Lihat saja gaya ini, playful dan kece buat kamu yang mungkin sedang liburan ke luar negeri. Karena kamu butuh yang nyentrik. Meskipun dengan potongan sederhana, misalnya dengan rok lipit yang dipadankan dengan sweatershirt, namun warna yang cantik akan memberikan gaya maksimal.

https://www.instagram.com/p/BLIuZdjgxi5/?taken-by=dianpelangi

4. Black on Black

Pengen bergaya misterius? Mungkin kamu perlu coba aplikasi gaya serba hitam seperti Dian berikut ini. Gak heran, dengan gaya seperti ini kamu bisa disangka model, lho. Poin penting gaya elegannya ada pada belt yang diaplikasi pada cropped jacket ber-hoodie ini. Meski sederhana, tapi hoodie-lah yang membuatnya tampak misterius.

https://www.instagram.com/p/BVM6xFRg5Hn/?taken-by=dianpelangi

5. Topi Baret

Bukan hanya high fashion, gaya kreatifnya memadupadan ruffle dress bersama topi baret dinilai sebagai cara yang efforthless namun tetap luxury. Padu padan warna juga tetap ia perhatikan, pemilihan bahan dan tekstur dress, hingga mix warna yang harmonis pada tempatnya tetap terjaga dengan baik.


https://www.instagram.com/p/BAMz8BLvc9a/?taken-by=dianpelangi






12:00 AM No comments


Pulau Lombok terkenal dengan destinasi wisata lautnya yang indah. Tidak hanya pesona lautnya, pulau seribu mesjid ini juga memiliki peninggalan sejarah, kebudayaan, serta makanan tradisional yang unik.Lingkungan yang sejuk serta alam yang masih asri berdampingan harmonis dengan keramahan para penduduknya. Inilah yang membuat para pelancong merasa seperti berada di rumah sendiri.

Setelah meninggalkan Jakarta dalam kondisi hujan ringan, kami tiba di Praya Lombok International Airport dengan cuaca cerah sekitar pukul 14.30 WITA. Di bandara tersebut, kami di sambut pertunjukan alat musik tradisional Suku Sasak.Gendang khas Lombok yang bernama gendang beleq ditambah alat musik rebana, menambah semangat kami menelusuri salah satu pulau di Nusa Tenggara Barat tersebut.Terdengar lagu bernuansa islami yang didendangkan oleh para pria berpakakaian tradisionalnya, yaitu lambung.

Pulau Lombok merupakan salah satu pulau di Kepulauan Sunda Kecil yang masuk dalam provinsi Nusa Tenggara Barat.Kota Mataram sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat dikelilingi oleh empat kabupaten.Di antaranya Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, serta Kabupaten Lombok Utara.

Dari lokasi Bandara Praya yang letaknya ada di Kabupaten Lombok Tengah, kami kemudian menuju ke Hotel Santika yang berada di Kota Mataram.Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit dari bandara.Sambil menengok ke sekeliling, kami bisa melihat area persawahan yang luas.Sesekali kami mendapati bangunan-bangunan perumahan modern yang berada di tengah persawahan.Ketika kami sampai keKota Mataram, kami melihat pemandangan yang tertata rapi. Kota Mataram memang menjadi satu daya tarik Pulau Lombok karena terdapat banyak ruang terbuka publik.

Tepat di depan Hotel Santika, Mataram, ada satu taman yang menjadi ikon Kota Mataram, yaitu Taman Sengkareang. Di Taman ini, terdapat satu air mancur buatan di bagian tengah, selai itu pada sisi kanan terdapat area bermain anak. Taman ini menjadi pilihan masyarakat Kota Mataram untuk bersantai di sore hari dikelilingi jajanan kaki lima dengan harga yang terjangkau. 






Tak jauh dari Taman Sengkareang, terdapat bangunan mesjid yang megah. Bangunan tersebut bernama Islamic Centre yang berada di Jalan Udayana, Kecamatan Selaparang, Mataram. Mesjid seluas sekitar 7,6 hektar ini akan menyala dengan lampu warna-warni pada malam hari. Kecantikan dari warna lampu itu membuat mesjid ini juga ramai dikunjungi masyarakat setempat untuk sekadar mengambil foto.

Pantai Senggigi, Lombok Barat

Hari Minggu, 19 Februari 2017, sekitar pukul 17.00 WITA, kami beranjak menyaksikan sunset di Pantai Senggigi. Pantai ini berada di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perjalanan kami dari Kota Mataram untuk sampai ke pantai ini memerlukan waktu sekitar 30 menit. Jalanan yang berkelok serta pohon-pohon rindang menjadi pemandangan kami selama perjalanan.


Biaya tiket masuk ke Pantai ini sangat terjangkau. Di luar biaya parkir kendaraan, setiap orang hanya perlu membayar Rp1000 untuk masuk ke dalamnya. Suasana pada hari itu lumayan padat, mengingat banyak wisatawan yang ingin menghabiskan akhir pekan di Pantai ini. Tenggelamnya matahari baru dapat kami saksikan sekitar 18.30 WITA. Keelokan warna orange serta langit yang mulai gelap memunculkan siluet jingga yang menawan. Saat itulah para pelancong mulai mengabadikan momen sunset ini.


Selain menyuguhkan keindahan pantai, di sekitar area Senggigi juga ada dua destinasi yang terkenal, yaitu Batu Bolong dan Batu Layar. Batu Bolong merupakan pura yang di bangun di atas karang. Menurut legenda yang  diceritakan oleh masyarakat sekitar, zaman dahulu pura ini digunakan sebagai tempat pengorbanan para gadis. Gadis (perawan) ini diserahkan sebagai makanan ikan hiu yang ada di laut.Ada juga yang mengatakan jika pura ini biasa digunakan sebagai lokasi para wanita patah hati yang hendak menerjunkan diri ke laut.

Sementara, Batu Layar terletak tidak jauh dari Batu Bolong. Batu Layar  adalah makam seorang ulama. Batu Layar dianggap sebagai tempat suci bagi para penganut Wetu Telu.Oleh karena itu, pada saat perayaan “Lebaran Topat”, makam ini ramai dikunjungi peziarah. “Lebaran Topat itu sekitar 1 minggu setelah Lebaran Idul Fitri.Tetapi selain itu juga ada tradisi orang Lombok, yaitu kalau mau pergi haji dia datang ke Batu Layar buat bernazar.Biasanya ramai di hari Sabtu dan Minggu serta di hari-hari tertentu. Peziarah yang dating tidak cuma dari Lombok Barat, tapi juga dari Lombok Tengah, Lombok Timur sampai ke Pulau Sumbawa,” ucap Istri Bupati Lombok Barat, Khairatun Munzir Shi saat ditemui Genie di kediamannya pada trip Februari 2017 lalu.

Pantai Senggigi menawarkan keindahan bawah laut.Melalui airnya yang jernih, pemandangan bawah lautnya pun bisa terlihat.Untuk itu banyak penduduk yang memanfaatkan keindahan air laut di Pantai Senggigi untuk berenang dan bersenang-senang. Ombak di sini cenderung tenang, sehingga aman untuk para wisatawan melakukan surfing ataupun snorkeling. Tak hanya itu, di tepi pantai ini juga banyak terjejer perahu-perahu untuk disewakan bagi para pengunjung.

Setiap tahunnya, masyarakat Lombok Barat mengadakan festival di Pantai Senggigi. Festival Pantai Senggigi ini terdiri dari pertunjukan sosial-budaya Pulau Lombok khususnya Lombok Barat. Ada pula pameran yang menampilkan makanan khas dari daerah tertentu. “Pameran ini menyajikan hasil olahan masyarakat Lombok Barat. Pada event ini juga kami hadirkan hiburan berupa tarian tradisional. Dan kami juga mengadakan pawai untuk memeriahkan. Dengan adanya event ini, diharapkan Budaya Lombok Barat bisa go internasional,” cetus Khairatun.

Gua Lawa di Lombok Barat

Keesokan harinya, kami masih meneruskan perjalanan ke wilayah Lombok Barat, tepatnya di Desa Lebah Sempaga, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Kami akan mengunjungi satu potensi wisata Desa tersebut, yang bernama Gua Lawa yang berarti Gua kelelawar. Membutuhkan waktu satu jam untuk sampai ke kawasan Gua ini. Gua Lawa telah menjadi target Pemerintah Desa untuk dikembangkan sebagai potensi wisata Desa Lebah Sampaga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Karena masih dalam pengembangan, kondisi jalan menuju ke Gua ini belum sepenuhnya rapi. Kami harus melewati persawahan, yang harus bisa dijangkau dengan berjalan kaki.







Fasilitas menuju bibir Gua cukup terbatas. Kadang kami harus meloncat karena belum tersedianya jembatan. Setelah melewati tugu pintu masuk Gua, ternyata kami masih harus melewati tangga panjang berwarna orange yang memiliki panjang sekitar 2 meter. Tangga yang lumayan curam ini memiliki sekitar 50 anak tangga yang kemiringannya hampir 60 derajat. Dengan amat hati-hati kami menyusuri satu per satu anak tangga, ditemani bunyi aliran air yang deras. Tanda bahwa persis di bawah tangga ini terdapat sebuah sungai.


Sampailah kami di bibir Gua Lawa yang cukup luas dan lebar.Untuk masuk ke dalam gua kami harus melewati jalan kecil dan sempit.Maka kami pun harus merangkak untuk bisa masuk ke dalam gua.Ketika masuk ke dalam gua, suhu dingin pun terasa, ditambah kegelapan yang membuat kita harus menyalakan cahaya apabila masuk ke dalam. Sekitar 100 meter kami berjalan, kami pun melihat adanya cahaya dari lubang yang terdapat di atas gua. Di pojok gua terdapat satu lubang tempat cahaya masuk. Lubang gua itupun menjadi spot yang bisa digunakan untuk mengabadikan gambar.


Gua yang direncanakan sudah bisa dibuka pada pertengahan 2017 ini masih terus dikembangkan pembangunannya. Pemerintah daerah setempat bersama para pemuda bergotong-royong untuk mempromosikan tempat ini dengan berbagai cara. Pemerintah Desa Lebah Sampage berharap tempat ini bukan hanya menjadi sumber ekonomi masyarakat, namun juga menjadi bukti perjuangan untuk membangun potensi wisata.

Tradisi Unik di Lombok

Tradisi Nyongkolan

Beragam prosesi pernikahan adat yang ada di tiap daerah, begitupun di Pulau Lombok. Salah satu proses menuju pernikahan yang dijalani masyarakatnya ialah proses merariq. Merariq adalah membawa lari pasangan. Secara proses, merariq bukanlah melamar resmi. Perempuan dilarikan oleh si laki-laki dan dibawa ke keluarga pihak laki-laki. Setelah itu, dihadirkan kepala desa, tokoh adat, tokoh agama serta keluarga besar  untukmengabarkan kepada keluarga perempuan, bahwa anaknya sudah dilarikan untuk dinikahi.

Setelah dilakukan merariq maka terjadilah penyerahan mahar yang disebut Sorong Serah. Yaitu penyerahan mahar dalam ketentuan adat. Mahar ini bisa berupa uang adat dengan jumlah yang bervarasi sesuai ketentuan adat ataupun sesuatu barang yang dianggap suci dalam hukum adat. Tentu saja, dalam prosesi ini ada tokoh adat serta tokoh agama yang hadir. Setelah Sorong Serah dilakukan, barulah diresmikan dalam pernikahan secara agama.

Terakhir, kedua pengantin pun menjalani tradisi arak-arakan pengantin dari satu desa ke desa lainnya bernama Nyongkolan. Tradisi ini biasanya dilakukan dari desa asal si pengantin perempuan menuju desa asal si pengantin laki-laki. Nyongkolan juga melibatkan para pemuda dan pemudi desa untuk meramaikan. Tentu saja iring-iringan ini ditemani hiburan musik gendang beleq dan ada juga yang menggunakan kecimol. Sementara pengantinnya memakai baju adat Sasak, yakni lambung bahkan ada juga yang memakai dodot.

Selain Nyongkolan, ada tradisi unik lainnya yang Lombok punya. Tradisi Nyale ialah tradisi yang terkenal di Lombok Tengah. Tepatnya di Pantai Kute, Kabupaten Lombok Tengah yang pada waktu-waktu tertentu ramai kebanjiran masyarakat untuk mencari cacing. Mengapa cacing? karena di Pantai Kute ini, masyarakat memercayai bahwa cacing yang muncul setiap periode waktu tertentu, merupakan wujud dari Puteri Mandalika. Di mana pada cerita legenda, Puteri ini merupakan wanita cantik yang senantiasa  diperebutkan oleh para laki-laki. Namun suatu hari, Mandalika sengaja menyeburkan dirinya ke laut agar para laki-laki ini tidak saling berkelahi memperebutkannya. Selain itu, Mandalika merasa dirinya tidak boleh dimiliki hanya untuk satu orang saja, melainkan dengan berubahnya ia menjadi cacing, ia bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat.


http://www.sa2kcreative.com/prosesi-nyongkolan-suku-sasak-lombok/


Tradisi Keagamaan

Peringatan keagaaman umat muslim di Lombok, tidak hanya pada hari raya idul fitri saja. Ketika datang peringatan Maulid Nabi, masyarakat juga ikut merayakannya dengan tradisi makan besar. Peringatan ini dilakukan selama 30 hari berturut-turut. Setiap wilayah membagi giliran waktu untuk mengadakan makan-makan  tersebut. Biasanya para masyarakat membawa makanan ke masjid-mesjid untuk dimakan bersama-sama. Tetapi banyak juga merayakan di rumah masing-masing dan  mengundang orang untuk makan di rumahnya.

Tradisi Maulid Nabi ini terbuka untuk orang luar. Di Pulau Lombok, Maulid Nabi menjadi kebanggan ketika didatangi oleh banyak tamu dari luar. Akan muncul kesan dihormati. Berbeda ketika tidak ada tamu yang datang, akan menjadi bahan omongan tetangga dan dianggap susah rejeki. Semakin banyak yang datang semakin terhormat semakin banyak rejeki, semakin berkah. Segala cara pun dilakukan untuk  bisa mendatangkan banyak tamu, termasuk menyediakan apa saja untuk di makan bersama-sama.

Makanan khas Lombok

Masyarakat Lombok memiliki potensi kuliner bercita rasa masam dan pedas. Nama-nama makanannya biasanya disesuaikan dengan nama daerah tersebut. Satu yang paling terkenal ialah Ayam Taliwang. Taliwang adalah nama salah satu daerah di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat taliwang terkenal dengan olahan ayamnya yang khas, maka jenis olahan ayam ini dinamakan ayam taliwang. Ayam taliwang ada yang dibakar, dan ada yang digoreng. Ayam taliwang yang dibakar terasa gurih karena ada campuran santannya.Yang membedakannya dengan olahan ayam lainnya adalah dari sambalnya. Sambalnya ini terasa pedas dan juga asam. Kami pun berkesempatan mengunjungi salah satu kedai yang menjajakan kuliner Ayam Taliwang di sekitar Kota Mataram, yaitu di RM Taliwang Dua EM. Kedai ini berkonsep lesehan yang terletak di Jl. Transmigrasi No.99 Cakranegara, Kota Mataram.

https://www.goodindonesianfood.com/story/en/lombok-rm-ayam-taliwang-kania/


Jenis ayam yang digunakan untuk olahan ayam taliwang ialah ayam kampung.Untuk itu teksturnya sedikit lebih keras. Namun resapan bumbunya sangat terasa.Untuk mencicipi Ayam Taliwang di RM ini, Anda hanya perlu persiapkan budget sekitar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per porsi. Di temani minuman hangat yang menjadi menu favorit, yaitu jeruk madu hangat, yang berkisar di harga Rp12 ribu. Hanya dengan harga yang terjangkau Anda sudah bisa kenyang dan puas dengan cita rasa pedasnya.

Jika Anda berwisata kuliner di Lombok, Anda pasti akan menemukan olahan yang selalu menjadi sajian pelengkap. Adalah beberuk, olahan terung yang dicampur timun serta kacang panjang, kemudian dicampur dengan sambal. Ada juga yang menambahkan penggunaan minyal sayur dalam olahan beberuq. Cairan yang keluar dari timun membuat olahan beberuk terasa lebih sedap. Rasanya cukup sensasional, karena rasa asam dan pedas dari sambal, makin membangkitkan selera makan. Selain itu, sayur-sayuran dalam olahan beberuk direbus tidak terlalu lama sehingga terasa masih segar. Biasanya, hidangan beberuk ini diberikan secara gratis sebagai pendamping makanan lainnya.

Berbicara yang khas dari Lombok, Anda tidak boleh melewatkan olahan plecing. Ada plecing kangkung, plecing manuk dan juga plecing ayam. Olahan plecing kangkung terdiri dari kangkung yang ditambah tauge yang berkecambah dan kacang tanah, serta dilengkapi  urap sebagai bumbu yang gurih dan juga sambal pedas. Selain olahan plecing ada juga berbagai olahan sate dengan bermacam-macam penyajian. Sate tersebut ada yang dinamakan sate pusut, sate bulayak, serta sate rembiga.

Kami juga sempat mencicipi olahan Sate Rembiga. Rembiga adalah salah satu daerah di Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat memang terkenal dengan kenikmatan daging sapinya. Kala itu, kami mendatangi salah satu Rumah Makan yang berada tak jauh dari Hotel Santika Kota Mataram. Rumah Makan bernama “Lesehan Sate Rembiga” ini menyajikan konsep lesehan yang berbentuk pondok-pondok terletak di Jalan Dakota. Rembiga. Selaparang. Kota Mataram. Sate rembiga di sini dihidangkan dengan bulayak. Bulayak adalah salah satu jenis olahan lontong yang dibungkus oleh daun lontar ataupun daun aren. Lontong ini berbentuk kerucut dan umumnya dihidangkan sebagai pelengkap sate.



Rasa daging satenya sangat khas, yaitu pedas namun juga terasa manis. Pedas dan manis ini didapat dari perpaduan bumbu racikan dari cabagi merah kering, terasi, bawang putih dan gula merah. Selain itu, sate rembiga memiliki tekstur yang empuk. Ada juga olahan daging sate yang dililit kemudian dilumuri kelapa. Sate lilit kelapa ini memiliki rasa yang pedas dan juga wangi. Anda yang ingin menyantap olahan sate ini, cukup merogoh kocek sampai Rp35-45 ribu per porsinya.

Tak hanya menyediakan sate rembiga, RM ini juga menawarkan menu babalung. Babalung merupakan Sop yang terbuat dari balung atau tulang sapi. Atau biasa disebut sop tulang sum-sum. Kuah dari sop ini terasa sedap dengan racikan bumbu yang pedas dan segar. Selain menu-menu tersebut, jika Anda berkunjung ke Pulau Lombok, Anda bisa mencoba olahan khas Lombok yang lainnya, seperti sate pusut, nasi kuyung, ares, serta urap ebatan (urap yang terbuat dari belimbing yang dicampur sayuran dan daun kemangi).

Naskah dan foto : Frandini Pramono


4:21 AM No comments
Hujan kali ini membangun ingatanku tentang yang lalu.
Persis kuingat suara bekas-bekas injakan kaki
Bunyi gesekan karung di bahu para lelaki pengangkut
Yang melihat kita saling bertanya kabar atau bertukar senyum

Kemudian kita menjadi bisu yang tak pernah punya alasan untuk bertemu

Lalu kamu tersenyum dari balik bahu lelaki-lelaki tinggi itu
Di antara bising suara, senyummu yang jelas kudengar desahnya
Membantuku melepas lelah sehabis menghirup getirnya kehidupan
Namun, senyum itu, masih terlihat ragu

Kemudian kau simpan kembali senyummu untuk kau keluarkan esok hari

Pada saatnya, kau akan menjadi semacam sendu
merapalkan rindu yang tidak pernah tersampaikan
Bukan kau tak mampu, hanya saja takut terlalu kuat menahan langkahmu
Menyimpan tanya dalam sebuah kotak kosong

Hingga akhirnya cinta tidak akan pernah menjadi jalan keluarnya

3/6/2017



7:49 PM No comments
Dia adalah penikmat sepi. Ia sudutkan dirinya di pojok ruangan kemudian ia masukan hatinya ke dalam kotak untuk dibekukan. Dia tak begitu mengerti tentang hidup. Kakinya tetap melangkah tapi tak peduli arah.

Sejauh yang ia mampu adalah menatap hari ini, baru kemudian esok. Membaca rencana dua hari ke depan saja ia tak siap. Namun, ia tak tampak seperti orang yang kehilangan jiwanya. Ia lebih tampak seperti orang yang kehilangan separuh harapannya.

Ia tak tahu benar apa yang ditunggunya. Jika saja malam bisa menghiburnya, ia takkan sesendu ini. Beruntung injakan kakinya yang rapuh tak terdengar sama sekali.

Dengan selaras ia sesuaikan langkah kaki melewati kardus-kardus lusuh penuh coretan lumpur. Tempat para pendulang barang bekas mengepul karungan benda. Ia harus melewatinya saban hari. Kadang bau amis tercampur dengan bau masakan para pedagang di warung makan. Namun hanya jalan itulah yang membawa Ann sampai ke rumah.

Ia malas berpisah lewat kata begitu juga malas bertemu dengan sapa. Hingga ia lupa cara bersyukur lewat senyum. Sering, ia simpan senyumnya dari dunia. Baginya, senyum adalah satu-satunya barang mewah untuk disaksikan orang lain. Sementara tawa hampir tak pernah ada. Hanya rumah yang menjadi medan magnetnya. Rumah adalah tempat terbaik baginya untuk kembali. Tempat yang selalu menerima seada-adanya dia. Tempat melupa segala lelah. Lelah karena bertemu puluhan orang di jalan, rasa muak dengan omelan Pak Obet, serta rasa bosan pada hidupnya sendiri.

---

Dingin membungkus tubuh Ann saat ia hendak bergegas untuk bekerja. Di salah satu perusahaan travel yang tidak begitu terkenal, ia menjual jasanya. Ini tahun ketiganya. Ia pilih tempat yang hanya berjarak 1 kilometer dari rumahnya. Supaya ia tak perlu banyak bertemu orang. Katanya, bertemu orang-orang di jalan tidak lebih baik daripada bertemu puluhan laron yang berterbangan di jalan. Keduanya sama-sama mengganggu.

Pagi ini, ia habiskan sarapannya dengan mengisap sebatang rokok, sambil menguyup kopi hitam dari gelas kaleng miliknya. Sesekali, ia beli nasi uduk Bu Tin, jika ia lapar sekali. Namun, lebih sering ia hanya menenggak segelas air putih hambar. Sehambar hidupnya.

Hidup sendiri di sekotak kontrakan jelek sudah sangat cukup baginya. Ia tak perlu menyewa dua kotak, sebab ia tak punya cukup barang untuk memenuhinya. Ia cuma punya satu komputer jinjing, satu kasur kapuk yang lumayan bagus, satu galon air minum dan satu kipas angin. Baru saja bulan ini ia membeli setrika, karena merasa bajunya terlalu lusuh jika dipakai bekerja.

Dirinya terbilang cukup pintar bagi seorang laki-laki yang tidak pernah belajar. Tampangnya tak begitu jelek untuk seorang anak dari Ayah bertubuh pendek serta Ibu berambut ikal. Tapi sebagai anak satu-satunya, ia tetap harus menuruni gen orang tuanya. Rambutnya ikal.

Ia tak percaya wanita. Rasa busuk itu bertahan tanpa alasan. Dulu, Ann pernah menyukai teman sekelasnya. Cut namanya. Gadis Aceh itu berhasil menggoda Ann yang hampir kehilangan selera terhadap perempuan. Wajahnya putih, berhidung agak mancung, serta punya lesung pipi yang tak mudah dilupakan Ann. Hanya saja, Cut tidak tertarik dengan Ann.

Dianggapnya Ann cuma anak laki-laki biasa tak punya kelebihan. Ann cuma suka bawa buku kemanapun, dan juga rambutnya ikal. Tak begitu menguntungkan bagi Cut. Ann memang tak jelek, tapi sikap Ann yang sedingin besi membuat Cut takut. Takut kalau Ann adalah orang aneh. Karena tak dilihatnya kalau Ann punya teman. Ann dulu seorang penikmat sepi yang tak butuh teman. Bahkan sampai sekarang.

Cut menjauhi Ann, bahkan sebelum Ann belum sempat mendekatinya. Malang nian nasib Ann. Namun, bukan kali itu saja ia mendapat perlakuan buruk dari perempuan. Pernah, ia ditolak mentah-mentah oleh Meri. Anak tetangga yang cantiknya bukan main. Idola laki-laki sekampung. Tapi Ann, terlalu percaya diri sampai melupakan kalau Meri ternyata sudah punya suami.

Alasan kenapa Cut menjauhi Ann adalah karena dulu, Ann selalu mengenakan celana cutbray. Menurut Cut itu aneh.

“Bagaimana ya, Ann. Bukannya Cut tidak suka Ann, tapi Cut itu gak suka sama cowok yang suka pakai celana cutbray. Itu kuno sekali,” ucap Cut.

“Kenapa harus kuno. Ini celana dari Ayah, katanya bagus. Nanti juga jadi tren,” kata Ann.

“Intinya Cut gak suka Ann. Sudah ya jauhi aja, Cut” sambungnya sambil bergegas.
---
Sudah separuh hari Ann duduk saja di kantor. Ia belum melayani satu pelanggan pun sejak pagi tadi. Beruntung, Pak Obet, bosnya yang galak itu tidak masuk. Tenanglah sejenak otak Ann dari kecerewetan bosnya itu. Tapi Ann cukup puitis hingga ia meluangkan waktunya untuk menuliskan sebait puisi di buku catatannya.

“Dari sekian panjang perjalanan

Aku memiliki ragu tentang kehidupan

Sampai batas mana aku memiliki harapan

Mempunyai alasan untuk bahagia

Aku ingin memilikinya”

Entah apa yang mengganggunya hari itu. Tetiba saja, ia memikirkan tentang bahagia. Apa yang dilewatkannya selama 26 tahun lalu, benarkah tanpa arti? Mungkin saja Tuhan benci melihatnya yang selalu bersandar pada luka. Luka separah apakah yang dimilikinya? Luka ditikam apa luka yang tanpa alasan? Entahlah.

Ibunya, Sari, satu-satunya yang mengerti Ann. Ann tumbuh dengan keadaan tak terlalu ingin berinteraksi, jika tak diperlukan. Itulah mengapa ia memilih menyimpan kata-katanya cukup di kepala. Walau kadang lewat tulisan.

Sedikit mimpi Sari, ia ingin anaknya yang kini telah menjadi pria bisa hidup selayaknya pria. Menjadi punggung dari sebuah kehidupan suci anak-anaknya. Menjadi pelukan yang dinanti perempuannya. Hingga kini telah renta, Sari tak henti melambungkan asa.

---
Ann teringat seorang wanita yang ia temui di persimpangan. Kala itu, ia mengenakan selendang merah muda yang dililitkan dileher. Memoleskan lipstick senada dengan warna selendang. Wanita itu tampak lumayan cantik bagi Ann. Ia terkecoh selama beberapa detik, sampai ia sadar bahwa harus segera bergegas.

Ia berlalu dengan perasaan menyesal tak melihat wanita itu lebih lama. Bisa saja, kecantikan itu bisa menjadi sarapannya pagi ini. Ia sadar, ternyata ia masih memiliki ketertarikan pada perempuan. Namun segera ia kembali pada pertahanan abadinya. Perempuan tak penting.

Dia hanya sendiri. ditemani bungkus rokok yang kosong. Hidupnya bagai tergantung pada waktu. Ia cuma menunggu ketika waktu bosan padanya, hingga waktu mengusirnya pergi. Di saat itulah ia kembali mengingat perempuan di persimpangan yang belum lama dikenalnya. Adalah Fatma, anak baru bagian keuangan di tempatnya bekerja.

Ia tak tahu apapun soal wanita, tetapi kali ini, ia ingin tahu siapa Fatma. Ia tak punya nyali buat bertanya. Maka, jadilah ia seperti ia yang sudah-sudah. Menyimpannya sendiri.

Ann tak begitu yakin soal perasaannya. Ia cuma merasa terggangu sebab ingatan soal Fatma lebih sering muncul di kepala dibanding ingatan tentang ibunya sendiri. Ann pun kembali mengingat percakapannya dengan Fatma yang selalu singkat dan jarang sekali terjadi.

“Ann, di mana rumah asli kamu?” tanya Fatma

“Ibu saya tinggal di Yogyakarta,” singkat Ann

“Apa kamu gak berteman dengan yang lainnya di sini?,”

Ann hanya menggeleng

“Seperti apa orang ini sebenarnya?” tanya Fatma dalam hati. Segera ia berlalu karena merasa tak ada gunanya bertanya.

Ann tahu sikapnya akan membuat orang lain merasa tak dihargai. Namun, ia tetaplah ia. Sulit untuk bersikap seperti yang orang-orang inginkan. Sekalipun itu Fatma, ia tetap sulit untuk membuka diri. Sulit menerima orang lain.

---

Ann saja yang tak tahu, Fatma sudah berhari-hari menunggunya di persimpangan. Berharap ia berkesempatan berjalan beriringan menuju kantor. Apapun yang Fatma rasakan, ia tahu itulah nalurinya. Naluri penasaran yang mengalahkan apapun. Termasuk perasaan takut diabaikan.

Apa yang paling baik dari dua orang yang saling menunggu adalah sebaik-baiknya kesabaran. Ann hanya tak tahu caranya memulai, tapi Fatma juga tak pandai perihal mengungkapkan. Jika saja, bulan sesekali turun memberikan petuahnya tentang penantian.

Sementara Ann asik berkelut dengan dirinya sendiri. Tak pernah ada jalan baginya untuk keluar. Mungkin Ann yang terlalu takut, sedang Fatma berbeda.

“Ann, sudah makan siang?” sergap Fatma yang tetiba muncul dari ruangan keuangan.

“Belum,” singkat Ann.

“Ann bisa kita keluar makan siang sebentar? Berdua,” tanyanya lagi.

Tanpa mengangguk, Ann beranjak dari kursinya dan bersiap untuk pergi bersama Fatma.

Sungguh bukan cerita romantis yang bisa diceritakan. Mereka berjalan dengan pertanyaan paling mendasar soal profil masing-masing. Ann benar-benar tidak mengerti momen, sementara Fatma terlalu berekspektasi tinggi.

“Ann, bagaimana pendapatmu soal perempuan?”
“Saya nggak tahu tentang perempuan. Saya cuma tahu Ibu saya. Jadi kalau kamu tanya saya, saya gak bisa jawab,” jawaban terpanjang yang pernah Ann ucapkan.

“Kamu pernah menyukai perempuan?”

“Sepertinya pernah, tapi saya gak ingat kapan,”

“Ann, sebab apa kamu seperti ini? menjauhi dunia luar?” lanjut Fatma.

“Saya cuma merasa lebih baik seperti ini. Tidak menyakiti orang,tidak terluka ataupun melukai,”

“Tapi kamu butuh orang lain. Kamu gak bisa nunggu dunia berputar untuk kamu. Karena dunia diciptakan bukan buat kamu sendiri. Bukan dunia yang harus melihat kamu, tapi kamu yang harus melihat dunia,” Fatma tidak tahu apa yang begitu mengganggunya hingga ia jengkel seperti ini.

“Jawaban kamu itu sama seperti orang yang gak punya harapan. Kalau kamu memang mau sendiri, lalu bagaimana nasib orang lain yang mungkin takdirnya ada sama kamu?” Fatma mengernyit sekali lagi. Kesal dan pergi.

---
Tiba-tiba saja Ann memiliki perasaan takut ditinggalkan. Takut tiba-tiba Fatma menjauh. Sebab itu, siang ini dengan sengaja dia hampiri Fatma.

“Fatma, kamu marah sama saya?”

“Maaf Ann, mungkin kemarin saya yang terlalu emosi. Tapi tolong lupakan soal itu, ya. Saya gak ngerti kenapa saya begitu,” jawabnya.

“Saya mau anter kamu pulang nanti. Apa keberatan?” Mungkin Ann sudah menyerah soal Fatma, hingga pertahanan abadinya tentang perempuan mulai meluntur.

Fatma tersenyum.

“Baik. Antar saya pulang kalau gitu!” ucapnya.

---
“Kamu kemarin tanya saya, kenapa saya begini?” Ann memulai.

“Ya, saya tanya kamu karena saya penasaran. Tapi ternyata jawaban kamu begitu,”

“Emangnya saya bisa hidup normal? Saya sudah seperti ini dari dulu. Apa bisa saya bikin orang bahagia?” tanya Ann.

“Engga kamu gak bisa,” ucap Fatma. “Sebelum kamu bikin orang lain bahagia, pertama, kamu harus bahagia dulu. Kalau kamu memang mau bahagia, ayo, coba. Gak mungkin Tuhan menciptakan kamu sia-sia,” lanjutnya.

“Saya rasa kamu salah. Saya begini itu mungkin sudah jadi garis yang dikasih Tuhan,” sergap Ann.

“Ya, mungkin saya salah. Tapi mungkin juga kamu yang terlalu naïf. Kamu sudah dikasih kelebihan sama Tuhan, tapi kamu anggapnya itu cuma hal biasa. Sementara saya enggak. Saya tahu Tuhan kasih saya kelebihan ini untuk disyukuri dan saya mau dapat yang terbaik. Saya ingin kamu begitu. Punya pemikiran sama kayak saya,” jelas Fatma.

“Saya suka kamu dari awal. Saya cuma mau dekat sama kamu, mau tahu kamu seperti apa, sehingga saya bisa mengubah cara pikir kamu, bawa kamu ke arah positif.” Fatma terus berbicara. “Tapi, lama-lama saya gak ngerti sama kamu. Apa saya yang terlalu berharap tinggi sama kamu?” lanjut Fatma.

“Kenapa harus saya yang kamu suka? Saya gak punya sesuatu buat dibanggakan. Kamu juga sepertinya menyesal sudah suka sama saya,”

Fatma diam dan menggeleng.

“Mengatakan lebih dulu itu bukan perkara mudah buat saya. Tapi tadi saya bilang dengan jelas ke kamu, kalau saya suka sama kamu,” Fatma menghela nafas.

“Saya pikir kamu bakal menghargai saya. Saya pikir kamu ada usaha untuk saya. Tapi saya salah,”tegas Fatma.

Sejenak mereka diam.

“Kalau saya juga suka sama kamu, apa kamu masih mau terima saya begini adanya?” tanya Ann.

“Saya siap,” ucap Fatma. “Dari awal saya tahu kamu begini. Saya tahu kamu dan masalahmu. Tapi saya justru mau temani kamu. Kita jalan sama-sama. Karena untuk sampai di sini, saya sudah pikirkan dengan baik,” lanjutnya.

Selama beberapa saat, mereka hanya tukar pandang. Sesekali menunduk lalu memasang muka takut kepada masing-masing. Takut jika jawaban sedikit apapun akan mengacaukan jalan mereka. Namun Ann telah memilih.

“Saya ragu. Apa kita bisa sama-sama? Saya terlalu aneh dan buruk buat kamu. Saya mau egois kali ini, tapi saya sadar. Saya belum punya keinginan bersama orang lain,” kata Ann. “Apapun yang kita omongin barusan, saya anggap itu gak pernah ada. Toh, saya juga gak mungkin bisa sama kamu,” sambungnya.

“Kamu benar-benar mau begini ke saya?” tanya Fatma.

“Saya minta maaf kalau sudah bikin kamu seperti ini. Tapi saya rasa diantara kita gak perlu diteruskan lagi," lanjutnya memandang Fatma sebentar, kemudian berbalik.

---

“Jika ia mau pergi, biarkanlah
Tolong jangan buat semuanya semakin sulit
Aku datang dengan kehampaan, jadi tak mengapa bagiku pergi tanpa apa-apa
Mari kita sama-sama memenangkan perjalanan ini dengan tidak berharap pada apapun selain doa.

Jika ia mau menjadi buih, jangan pernah menahannya
Tolong yakinkan dirimu sekali lagi, kalau dia bukanlah satu-satunya caramu untuk tetap hidup
Beri tahu dia mana jalan ke luar darimu
Ia tak semanja itu untuk dituntun menuju pulang
Ia tidak pernah merepotkan  Tidak akan.

Maka biarkan ia berlalu dan tertatih sendiri
Sebab ia yang pilih
Sebab ia yang tak suka berdua, ia hanya suka sendiri
Tunggu sampai ia benar-benar menderita dan butuh untuk bicara
Tunggu sampai ia benar mengatakan, bahwa ia butuh seseorang”

Tulis Fatma dalam blog pribadinya. Menulis kini membantu Fatma melupa semua perihal Ann. Fatma harus merelakan seseorang yang belum sempat termiliki. Atas seseorang yang hampir saja bahagia, namun ia memilih mundur dan memutar balik arahnya.

Ann tidak salah. Tidak pernah salah. Ia hanya memilih jalannya sendiri. Sebaliknya, Fatma hanya perempuan biasa yang tidak bisa memenangkan jalan ini. Fatma tidak pernah menjadi pilihan bagi Ann. Dan Ann, sampai kapanpun tidak akan pernah menang melawan kesenduannya.

Sudah seminggu setelah Ann memutuskan pindah dari rumah kontrakan dan pekerjaannya. Dan Fatma hanya menikmati kehilangannya. Fatma hanya tidak mengira kenapa kejujurannya justru mengusir Ann dari satu bagian kehidupannya. Hingga sampai Ann membuka hatinya, akankah dunia masih tetap sama? Masihkah Fatma menunggunya di persimpangan?



Frandini Pramono
7:39 PM No comments
Older Posts

About me

Write, share and enjoyed
fashion and lifestyle

Follow Us

Labels

Diary Fashion and Style Hijab Sajak Short Story Travel

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  August (1)
      • Waktu, Akankah Selalu Setia Menemani?
  • ►  2018 (4)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (2)
    • ►  June (2)
  • ►  2014 (1)
    • ►  December (1)
FOLLOW ME @frandinipram

Created with by ThemeXpose